<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jejak Tapak Sang Waktu</title>
	<atom:link href="http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com</link>
	<description>Tak akan bisa terulang, namun akan tetap dikenang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Oct 2011 09:50:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jejaktapaksangwaktu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jejak Tapak Sang Waktu</title>
		<link>http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/osd.xml" title="Jejak Tapak Sang Waktu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kunjungan Singkat yang Berkesan</title>
		<link>http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/2011/06/28/kunjungan-singkat-yang-berkesan/</link>
		<comments>http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/2011/06/28/kunjungan-singkat-yang-berkesan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 09:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak Tapak Sang Waktu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Walau saya lahir dan besar di Jakarta, namun di tubuh saya mengalir deras darah Minang. Kedua orang tua saya orang Minang yang  lahir dan besar di daerah Bukittinggi. Bapak lahir di daerah Matua atau Matur. Sedangkan Ibu lahir di Cubadaklilin. &#8230; <a href="http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/2011/06/28/kunjungan-singkat-yang-berkesan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jejaktapaksangwaktu.wordpress.com&amp;blog=21955101&amp;post=82&amp;subd=jejaktapaksangwaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walau saya lahir dan besar di Jakarta, namun di tubuh saya mengalir deras darah Minang. Kedua orang tua saya orang Minang yang  lahir dan besar di daerah Bukittinggi. Bapak lahir di daerah Matua atau Matur. Sedangkan Ibu lahir di Cubadaklilin.</p>
<div id="attachment_86" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/06/upil-jam-gadang.jpg"><img class="size-medium wp-image-86" title="" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/06/upil-jam-gadang.jpg?w=300&#038;h=240" alt="" width="300" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Jam Gadang menjadi ikon kota Bukittinggi.</p></div>
<p>Agar anak-anaknya tidak kehilangan akar asalnya, setiap ada kesempatan ibu selalu menceritakan mengenai adat Minangkabau, yang disampaikan dengan cara yang gampang diingat. Saya masih ingat ketika SD, ketika itu ada sebuah buku yang berisi nama dan alamat sanak saudara di perantauan. Dalam buku itu ada nama, alamat dan juga suku. Waktu itu saya hanya tahu, kalau di Indonesia cuma ada satu suku, yaitu suku Dayak.</p>
<p>Saya penasaran, dan menanyakan mengenai nama suku yang ada di dalam buku tersebut. Ibu menceritakan, bahwa suku di Minangkabau adalah suku yang diproleh dari garis keturunan ibu. Karena ibu saya bersuku Koto, maka saya pun memiliki suku Koto pula. Namun ketika saya punya anak, anak saya akan mengikuti suku ibunya.</p>
<p>Saya pun mengerti dengan apa yang dinamakan dengan suku tersebut.</p>
<p><strong>Berkunjung ke Kampung Halaman </strong></p>
<p>Beberapa kali, saya pernah pulang kampung. Ke kampung bapak dan ibu saya. Tahun 1997  saya ke Matua bersama bapak, dan tahun 2010, saya berkunjung kesana ketika mendapat tugas liputan di Padang. Di Matur udara sagat sejuk, dan ketika malam tiba udara pun menjadi dingin,sehingga sangat cocok untuk tidur.</p>
<div id="attachment_83" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/06/kampung-upil.jpg"><img class="size-medium wp-image-83" title="" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/06/kampung-upil.jpg?w=300&#038;h=240" alt="" width="300" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Di rumah ini bapak saya pernah menghabiskan masa kecilnya. Udara disini sangat sejuk jadi cocok buat tidur, makan, tidur lagi. hehehehe....</p></div>
<p>Rumah bapak masih terawat dan masih berdiri tegak, karena ada salah satu sanak saudara yang menempati dan menjaganya. Sehingga ketika saya ke Matua, ada tempat yang bisa disinggahi. Namun berbeda dengan rumah-rumah lain disekitarnya, yang agak kuran terawat karena ditinggal merantau.</p>
<p>Dari rumah ini, berjalan sekitar satu kilometer, kita bisa melihat Danau Maninjau dari atas. Jika cuaca bagus, maka kita bisa melihat keindahan Danau Maninjau dari atas. Nama tempat untuk melihat Danau Maninjau ini adalah Ambun Pagi.</p>
<div id="attachment_84" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/06/img0563a.jpg"><img class="size-medium wp-image-84" title="" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/06/img0563a.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pemandangan Danau Maninjau dari Ambun Pagi. Kalau cuaca sedang bagus, kita bisa melihat Danau Maninjau dari atas.</p></div>
<p>Namun sayang, saya tidak bisa berlama-lama di Matua karena harus kembali ke Padang untuk bertugas. Saya pun juga tidak sempat mengunjungi rumah dimana ibu saya dibesarkan di Cubadaklilin. Walau singkat, namun kunjungan itu begitu berkesan bagiku.</p>
<p>Saya berjanji, suatu saat nanti akan mengajak anak dan istriku ke bumi Minang, untuk melihat dari dekat keindahan dan keelokkan negeri Minang, dimana darah Minang mengalir deras di tubuhku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jejaktapaksangwaktu.wordpress.com&amp;blog=21955101&amp;post=82&amp;subd=jejaktapaksangwaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/2011/06/28/kunjungan-singkat-yang-berkesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca42fb52712ba1260bf12ae7033943bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jejaktapaksangwaktu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/06/upil-jam-gadang.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/06/kampung-upil.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/06/img0563a.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ironi dari Bandung</title>
		<link>http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/2011/05/30/ironi-dari-bandung/</link>
		<comments>http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/2011/05/30/ironi-dari-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 06:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak Tapak Sang Waktu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1995, Indonesia mencatat sejarah gemilang dalam dunia dirgantara. Pada tahun tersebut, beberapa hari  menjelang peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 50 tahun, pesawat buatan putra-putri bangsa Indonesia mengudara pertama kalinya selama 55 menit di seputaran langit Jawa &#8230; <a href="http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/2011/05/30/ironi-dari-bandung/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jejaktapaksangwaktu.wordpress.com&amp;blog=21955101&amp;post=48&amp;subd=jejaktapaksangwaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 1995, Indonesia mencatat sejarah gemilang dalam dunia dirgantara. Pada tahun tersebut, beberapa hari  menjelang peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 50 tahun, pesawat buatan putra-putri bangsa Indonesia mengudara pertama kalinya selama 55 menit di seputaran langit Jawa Barat. Pesawat ini adalah karya orisinil putra puti bangsa Indonesia, yang teknologinya, bahan bakunya dan juga sumber daya manusianya dan dibuat Indonesia.Namun sayang, karena krisis</p>
<div id="attachment_63" class="wp-caption aligncenter" style="width: 426px"><a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/n250-landing1.jpg"><img class="size-medium wp-image-63" title="" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/n250-landing1.jpg?w=416&#038;h=316" alt="" width="416" height="316" /></a><p class="wp-caption-text">N250 terbang selama 55 menit pada 10 Agustus 1995</p></div>
<p>moneter yang melanda Indonesia tahun 1997, mengharuskan IPTN mengurungkan niat untuk memproduksi si Gatot Kaca, nama yang diberikan mantan presiden Soeharto kepada pesawat N250.</p>
<p>Ketika krisis ekonomi melanda Indonesia tahun 1997, Indonesia mendapat kucuran dana dari IMF. Soeharto yang ketika itu menjabat sebagai presiden menandatangani perjanjian dengan IMF yang mensyaratkan bahwa dana IMF tidak boleh digunakan untuk industri starteis, termasuk untuk membiayai PT DI. Dari perjanjian itulah, akhirnya PT DI mengalami gonjang ganjing sehingga harus melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya. Mereka tidak dapat bekerja, karena tidak adanya dukungan untuk produksi pesawat, termasuk untuk memproduksi pesawat N250.</p>
<div id="attachment_55" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/img_18302.jpg"><img class="size-medium wp-image-55" title="IMG_1830" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/img_18302.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">N250 Krincing Wesi harus berbagi tempat dengan dua pesawat rusak milik Bouraq Airlines</p></div>
<p>Kini si Gatot Kaca  harus mengalami nasib yang ironis. Ia tidak bisa terbang, karena tidak ada sertifikat kelayakan terbang. Tidak hanya Gatot Kaca yang tidak boleh terbang, N250 lainnya yang bernama Krincing Wesi pun tidak bisa terbang juga. Bahkan Krincing Wesi, harus berbagi tempat parkir dengan dua pesawat Bouraq Airlines yang sudah rusak dan tidak layak terbang.</p>
<p>Walau ironis tidak bisa memproduksi N250, namun PT DI masih bisa menghasilkan produksi pesawat CN235 yang telah mendunia. Ya, CN 235 adalah tipe pesawat yang dibuat bersama antara industri pesawat terbang Spanyol Cassa, dan PT DI, dimana beberapa bagian dari pesawat CN235 di hasilkan di Spanyol , dan sebagian lainnya dibuat di Indonesia.</p>
<div id="attachment_57" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/img_18211.jpg"><img class="size-medium wp-image-57" title="IMG_1821" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/img_18211.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">CN235 Banyak dipesan oleh negara-negara di dunia. Sebagai penghasil, Indonesia kurang berminat dengan produk ini</p></div>
<p>Jika Indonesia ingin memproduksi CN235, maka beberapa bagian diambil dari Spanyol, begitu juga sebaliknya. Untuk memproduksi pesawat CN235, PT DI membutuhkan waktu selama 24 bulan, dan dikerjakan seluruhnya oleh putra-putri kebanggan Indonesia.</p>
<p>Pesawat CN 235 yang dihasilkan PT DI, menjadi andalan berbagai negara, karena bentuknya yang tidak terlalu lebar, dan dapat digunakan untuk kepentingan militer maupun sipil. Di Korea Selatan CN235 menjadi sarana pengangkut VIP dan juga menjadi pesawat patroli laut. Sedangkan bagi negara lain, pesawat ini jadi pesawat penghubung antara satu wilayah dengan wilayah lain.</p>
<div id="attachment_66" class="wp-caption alignleft" style="width: 304px"><a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/cn-235-korea_afpro.jpg"><img class="size-medium wp-image-66" title="" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/cn-235-korea_afpro.jpg?w=294&#038;h=227" alt="" width="294" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">CN235 milik Korea Coast Guard yang dipesan dari PT DI</p></div>
<p>Namun Indonesia sendiri seolah enggan menggunakan produk PT DI, dan lebih memilih produk pesawat negeri tirai bambu. Ini terbukti ketika Perusahaan penerbangan Merpati Nusantara lebih memilih pesawat buatan negeri Tirai Bambu tipe MA 60.</p>
<p>Sungguh ironis negeri ini, ketika ada industri pesawat yang telah mendunia, namun lebih memilih pesawat yang belum jelas kemampuannya, yang kemudian mengalami kecelakaan di Papua yang menewaskan seluruh penumpangnya. Ironis memang!</p>
<p>Walau gagal memproduksi pesawat N250, dan CN235 tidak dilirik di negeri sendiri, namun perusahaan yang dulu dipimpin BJ Habibie patut berbangga hati, karena PT DI kini menjadi pemasok tunggal salah satu komponen sayap airbus 380. Airbus 380, adalah jenis pesawat tipe terbaru Airbus yang jumlahnya masih terbatas.  Untuk memproduksi bagian Airbus A 380, putra-putri kebanggan bangsa ini bekerja dengan sungguh-sungguh. Luas PT DI yang mencapai 85 hektar di Jalan Parahyangan Bandung, dulu penuh dengan kegiatan produksi.</p>
<div id="attachment_52" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/img_18181.jpg"><img class="size-medium wp-image-52" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/img_18181.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Komponen sayap Airbus A380 dipasok oleh PT DI yang menjadi pemasok tunggal komponen peswat Airbus A380 </p></div>
<p>Jumlah pegawai yang pernah mencapai 16.000 pegawai, sekarang hanya berjumlah 4300 pegawai. Sementara yang lainnya harus diberhentikan. Diantara yang diberhentikan, ada yang berkiprah di luar negeri, di pabrik pesawat ternama seperti Boeing, Airbus, maupun maskapai penerbangan asing di berbagai belahan dunia.</p>
<div id="attachment_60" class="wp-caption alignright" style="width: 489px"><a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/a380.jpg"><img class="size-medium wp-image-60" title="A380" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/a380.jpg?w=479&#038;h=363" alt="" width="479" height="363" /></a><p class="wp-caption-text">Airbus mengandalkan PT DI untuk salah satu komponen pesawatnya</p></div>
<p>Sungguh ironis, mereka yang memiliki kemampuan untuk memajukan industri dirgantara Indonesia, harus hengkang dari negeri sendiri, karena tidak adanya lagi pekerjaan di tenpat yang dulu mereka banggakan.</p>
<p>Mereka yang masih bekerja masih terus bersemangat mengabdi pada bangsa ini di PT DI. Nama Indonesia yang melekat di produk yang mereka hasilkan, adalah penyemangat buat mereka untuk bekerja. Walau semangat, mereka  harus rela untuk menerima gaji degan cara di cicil, bahkan pula harus rela telat menerima gaji.</p>
<div id="attachment_59" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/img_18311.jpg"><img class="size-medium wp-image-59" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/img_18311.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Karya anak bangsa yang telah melalangbuana ke berbagai negara di dunia </p></div>
<p>Sungguh sebuah pengabdian tulus dari anak bangsa, yang tidak ingin melihat bangsa ini hanya bisa menjadi bangsa penonton di kancah pergaulan dirgantara internasional.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jejaktapaksangwaktu.wordpress.com&amp;blog=21955101&amp;post=48&amp;subd=jejaktapaksangwaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/2011/05/30/ironi-dari-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca42fb52712ba1260bf12ae7033943bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jejaktapaksangwaktu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/n250-landing1.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/img_18302.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1830</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/img_18211.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1821</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/cn-235-korea_afpro.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/img_18181.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/a380.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">A380</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/05/img_18311.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dan Taufiq pun Menjadi Topik</title>
		<link>http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/2011/04/08/dan-taufiq-pun-menjadi-topik/</link>
		<comments>http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/2011/04/08/dan-taufiq-pun-menjadi-topik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 06:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jejak Tapak Sang Waktu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar nama Taufiq Ismail, tentu kita akan teringat dengan berbagai karya sastranya yang berbentuk puisi, atau juga lirik lagu. Sebut saja lagu &#8220;Panggung sandiwara&#8221; yang di nyayikan oleh Ahmad Albar, yang kurang lebihnya berisi tentang kehidupan di dunia ini ibarat &#8230; <a href="http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/2011/04/08/dan-taufiq-pun-menjadi-topik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jejaktapaksangwaktu.wordpress.com&amp;blog=21955101&amp;post=11&amp;subd=jejaktapaksangwaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/04/taufiq-ismail.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-17" title="taufiq-ismail" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/04/taufiq-ismail.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Mendengar nama Taufiq Ismail, tentu kita akan teringat dengan berbagai karya sastranya yang berbentuk puisi, atau juga lirik lagu. Sebut saja lagu &#8220;Panggung sandiwara&#8221; yang di nyayikan oleh Ahmad Albar, yang kurang lebihnya berisi tentang kehidupan di dunia ini ibarat panggung sandiwara, dimana semua penghuninya adalah aktor dan aktris bagi dirinya sendiri.</p>
<p>Ada lagi lirik lagu yang dinyanyikan oleh almarhum Chrisye yang berjudul &#8220;Ketika Tangan dan Kaki Bicara&#8221; yang berkisah tentang seluruh anggota tubuh yang akan bersaksi tentang perbuatannya selama di dunia.</p>
<p>Terus terang saya tidak tahu banyak karya-<a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/04/taufiq-ismail-tirani-benteng.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-18" title="Taufiq-Ismail-Tirani-Benteng-" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/04/taufiq-ismail-tirani-benteng.jpg?w=640" alt=""   /></a>karya Taufiq Ismail, namun saya mengagumi karya-karyanya yang menjadi lirik lagu yang dinyanyikan Chrisye, Ahmad Albar, Bimbo dan lain sebagainya.</p>
<p>Namun, saya sempat terkejut ketika membaca milis tentang Taufiq Ismail, yang dikatakan telah menjiplak karya pengarang puisi ternama Amerika Serikat yang berjudul &#8220;Be the Best of Whatever You Are&#8221; yang diciptakan oleh Douglas Malloch.</p>
<div id="attachment_21" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/04/bimbo2007.jpg"><img class="size-medium wp-image-21" title="bimbo" src="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/04/bimbo2007.jpg?w=300&#038;h=197" alt="" width="300" height="197" /></a><p class="wp-caption-text">Grup musik yang &quot;berlangganan&quot; lirik kepada Taufiq Ismail </p></div>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft"> </dl>
</div>
<p style="text-align:left;">Orang yang menyampaikan cerita itu mengatakan, bahwa Taufiq Ismail telah menterjemahkan secara bulat-bulat puisi Malloch ke dalam bahasa Indonesia dengan judul &#8220;Kerendahan Hati&#8221;. Orang itu pun juga mengatakan, bahwa Taufiq Ismail telah melakukan plagiat terhadap puisi itu.Taufiq Ismail yang telah menelurkan ratusan puisinya, sempat terusik dengan pemberitaan itu. Dalam perbincangannya dengan saya, Ia bahkan harus meneliti kembali ratusan puisi karyanya maupun juga puisi lain yang pernah ia terjemahkan. Dan hasilnya, tidak ada satu pun karya puisinya yang berjudul &#8220;kerendahan hati &#8221; dan tidak ada pula puisi karya Douglas Malloch yang pernah ia terjemahkan, atau juga pusi karya Malloch yang berjudul &#8220;Be the Best of Whatever You Are&#8221;</p>
<p>Tanggapan orang-orang di milis beragam, ada orang yang menghujat ia, seolah ia adalah orang yang tidak berguna. Namun ada juga ajakan untuk tidak menghakmi Taufiq Ismail, sebelum ada bukti.</p>
<p>Masih dalam kesempatan yang sama, Taufiq Ismail mengatakan&#8221;Kalau saya menterjemahkan puisi dia (Douglas Malloch) pasti itu ada di kumpulan buku puisi kumpulan    karya terjemahan “Rerumputan Dedaunan” dan nama Malloch itu pasti harus ada &#8221; kata Taufiq.</p>
<p>Mendengar penjelasan langsung dari beliau yang lugas, perkiraan saya pun juga tepat, bahwa orang sekaliber Taufiq Ismail, tidak akan dengan mudah menjiplak karya seseorang hanya untuk popularitas murahan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jejaktapaksangwaktu.wordpress.com&amp;blog=21955101&amp;post=11&amp;subd=jejaktapaksangwaktu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jejaktapaksangwaktu.wordpress.com/2011/04/08/dan-taufiq-pun-menjadi-topik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca42fb52712ba1260bf12ae7033943bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jejaktapaksangwaktu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/04/taufiq-ismail.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">taufiq-ismail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/04/taufiq-ismail-tirani-benteng.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Taufiq-Ismail-Tirani-Benteng-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jejaktapaksangwaktu.files.wordpress.com/2011/04/bimbo2007.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bimbo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
